PERHATIAN

PERATURAN -->
1. setiap membaca fanciction di sini, WAJIB KOMENTAR
2. DILARANG MENG-COPY artikel di sini, baik sebagian apalagi seluruhnya !
3. jangan lupa JOIN dengan BLOG ini
terima kasih

Kamis, 29 Maret 2012

FF | Pengagum Rahasia | Chapter 2


Title: Pengagum Rahasia chapter 2
Author: saya sendiri a.k.a rahma qonita
Rating: T
Genre: mungkin romance
Main cast:
- lee tahyun
- lee jeongmin
- kim donghyun
- kim sohee (admin sokwang)
- yumin (admin yumin)
- kwangmin
( other cast akan muncul sesuai jalan cerita)
Length: berchapter

                          Annyeong readers^^ (nongol dari kolong meja). Ketemu lagi nih dengan author gaje dan amatiran ini (readers: gak usah terlalu jujur gitu kali thor -,-). Oke author come back dengan ff kedua author yang makin gaje ini. Ini ff murni dari pengalaman + khayalan author no PLAGIAT!! Tapi kalo ada kesamaan nama, tempat, dan alamat kejadian silahkan tanyakan pada yang buat ff ini (readers: yee yg buat kan author). Ini dari pengalaman saya yang menjadi pengagum rahasia seseorang dan terinspirasi oleh lagu sebuah band indonesia *gak nanya*. Di ff kali ini gak ada cerita mati-mati kaya ff sebelumnya karna saya gak kuat buat ff gituan *gak nanya lagi*. Yap dari pada pusing 7 keliling dengan penjelasan author mending langsung aja cekidot !! jangan lupa comment dan jempolnya !!

NB: jangan lupa siapkan kantong kresek sebanyak-banyaknya untung menampung muntah anda dan siapkan bantal untuk menaruh kepala anda karna kebosanan dengan cerita ff ini. Terimakasih.


#bruk tahyun tidak kuat menarik donghyun malahan mereka bertindihan dan #cup mulut tahyun menyentuh kening sunbaenya ini.
Tahyun yang sadar akan hal ini langsung bangun dan berlari cepat secepat kilat. Donghyun (masih dalam posisi telentang) hanya bisa terbengong-bengong melihat hal tadi. “aish~ gilaaa” kata donghyun lirih.

Tahyun POV
                Aku kaget dengan kejadian tadi, aku sontak langsung bangun dan berlari secepat mungkin. “aaaaaaaaaaaaaaaa” teriak ku diatap sekolah. Untung saja Cuma kening, pikirku. Huft -,- aku jadi tidak mood kembali keruang osis. Aigoo~ yasudahlah aku kembal keruangan itu saja dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

@ruang osis
                “ah ini dia orangnya, dari mana saja kau tahyun” kata jeongmin oppa lega karna melihatku kembali keruang osis.
                “hmm .. mianhae oppa, tadi aku abis dari atap menenangkan diriku” kataku sambil mengalihkan pandangan ke luar pintu ruangan itu.
                “menenangkan diri? Dari apa?” kata oppa syok.
                “a.. aniyo. Kajja kita pulang, ppali!!” katakau sambil menarik tangan oppa.
                “okey, kajja!! Kami pulang duluan yaa, bye bye”

                Sesampainya di rumah aku langsung berlari ke kamarku dan menguncinya. Jeongmin oppa memanggil-manggil namaku tapi aku tidak memperdulikannya, aku masih syok dengan kejadian tadi, kejadian itu masih terekam jelas dikepalaku. “aish~ cepatlah hilang” gumamku sambil mengibas-ngibaskan tangan diatas kepalaku.

                ‘tok tok tok’
                 “tahyun yeodongsaeng oppa yang paling oppa sayang, kamu kenapa? Adakah yang jahat padamu hari ini?” kata oppa dari luar kamar.
                “aniyo oppa, gwenchana” kataku  berusaha tenang.
                “jinjja? Okey gapapa klo kamu gak mau cerita. Menu dinner kali ini mau apa?” kata jeongmin oppa pasrah
                “ne~ gwenchana. Hmm steak bbq aja oppa” kataku bersemangat
                “okey, nanti jam 7 turun kebawah yaa kita makan sama-sama. Ara?”
                “arasseo oppa” lalu kudengar suara langkah kaki oppa menuruni tangga rumah. “huft .. mianhae oppa. Nanti kalo udah siap aku akan ceritakan” kataku lirih. Lalu aku langsung merebahkan tubuhku dikasur. Selama eomma dan appa pergi ke jepang mengurus bisnis appa, aku dan jeongmin oppa tinggal di rumah hanya berdua. Tadinya appa mengajakku dan oppa ikut ke jepang tapi oppa gak mau dan karna aku begitu sayang sama oppaku ini *co cweet* aku memilih tinggal dengan oppa disini dan memilih meneruskan SMA disini. Selama eomma gak ada oppa yang memasak untuk kami, tapi terkadang aku yang masak kalo oppa pulang telat or kecape’an. Tepat jam 7 setelah selesai mandi aku bergegas menuju ruang makan dilantai bawah.

                “waahh enak nih kayanya” kataku sambil mencium aroma daging yang ada diatas meja makan.
                “iya dong, oppa gitu loh yang masak. Kajja, kita makan”
                “ittadakimasu !!!” *loh kok jepang thor?* lalu aku dan oppa makan dengan lahap dan tenang hingga ..
                “heh tahyun,  kalo yeoja itu makan dengan baik dan rapi. Tidak celemotan seperti itu” kata jeongmin sambil menunjuk tepi bibirku yang belepotan saus kacang.
                “ah biarkan saja” kataku enteng. Lalu oppa mendekatkan wajahnya ke wajah ku sambil mengelapkan tisu kebibirku, karna saking dekatnya aku mengingat kejadian tadi sore dengan donghyun sunbae. Reflek aku berteriak dan menonjok oppa.
                “aaaaaaaaaaaaaaaa ........” #jduk. Oppa yang kutonjok jatuh terpental kembali ketempat duduknya.
                “appo~ hei kau ini kenapa sih? Aku kan hanya membersihkan mulutmu saja” kata oppa sewot sambil memegang hidungnya yang kena tonjok.
                “jangan macam-macam denganku sunbae, aku ini pemegang sabuk hitam taekwondo di SMP ku dulu sampai sekarang” kataku setengah berteriak sambil tolak pinggang.

                “mwo? Sunbae? Hey aku ini oppa mu dan ini bukan disekolah” kata oppa sambil bangun dari tempat duduknya. Ups .. haduh kenapa aku bilang sunbae sih, babo babo~~
                “heh jawab pertanyaan oppa, kenapa kau panggil oppamu ini sunbae? Dan kenapa sebut-sebut gelar sabuk hitammu itu. Apa kau tadi diganggu seseorang??” kata oppa sambil menatap tajam kearahku.
                “aa.. aniyo oppa. Aku hanya salah sebut” kataku dengan takut-takut
                “heh kau ini saudaraku satu-satunya, kalo kau berbohong, aku pasti tau. Ppali katakan! Kau di ganggu dengan sunbae mana hah??” kata oppa sambil mendekatiku. Mau tak mau aku pasrah dan aku menceritakan kejadian tadi siang pada oppa.
                “hahahaha .. jadi Cuma karna kau mencium kening donghyun kau jadi ilfiel? Cih yeoja macam apa kau, dimana-mana yeoja asli itu malah ingin sekali keningnya dicium oleh namja dan juga sebaliknya. Malah kalo bisa kisseu kisseu bibir, ara?”
                “huek XP sirheo, ogaahh deh. Aku bukan yeoja gampangan kayak gitu” kataku pada oppa sambil mejulurkan lidahku.
                “mwo? So’ tau sekali kau. Kalo sudah kena sekali juga kau akan ketagihan” kata oppa enteng
                “ishh .. ogah XP” kataku memasang tampang jijik.
                “mau oppa buktikan?” aku langsung menatap kaget pada oppa, lama-lama oppa mendekatkan tubuhnya padaku juga wajahnya dan sekarang kami saling bertatapan. Aku yang melihat berusaha mundur-mundur tapi ternyata sudah mentok ditepian bangku ruang keluargaku.

                “oppa andwae oppa” kataku takut-takut sambil berusaha menahan wajah oppa yang semakin mendekat lalu #cup oppa mencium tangan kanan ku dan #pletak sebuah jitakan mendarat dikepalaku.
                “heh kau kira aku gila, tentu saja aku tidak akan melakukannya apalagi dengan yeodongsaengku sendiri. Tapi dari mukamu sepertinya kau sudah pasrah untuk kucium, hahahhaha *evil laugh”
                “ishh oppa jahat” #plak kutampar wajah oppaku. Huh.. aku langsung berlari menuju kamarku.
                “hahaha XD mukamu itu lucu sekali, merah kaya kepiring rebus, hahaha *evil laugh again*"
                “aaaaa oppa jahhaaattt !!!! tahyun BENCIi oppppaaaa” kataku berteriak dan memberi penekanan pada kata benci. Lalu aku mendengar suara langkah kaki menaiki tangga.
                “mianhae tahyun, mianhae, maafkan oppa” kata oppa diluar kamar.
                “pergilah oppa, aku sudah memaafkanmu” kataku setengah berteriak.
                “kalo sudah maafin, keluar dong kita lanjutin makannya” kata oppa dengan nada merayu
                “andwae~ aku udah kenyang” kataku dusta
                “yasudahlah” lalu oppa menuruni tangga.
----------------------------------------------------------

                “annyeong tahyun. Mwo? Kenapa dengan mukamu itu? Ish jangan ditekuk gitu jelek tau” ishh anak ini baru datang sudah mengataiku jelek, enak saja dia.
                “annyeong, jinjja? Ah biar saja. Ini karna kejadian semalam” kataku ketus.
                “loh bukannya ensiden ciuman itu kemarin siang? Kok jadi malam?” kata sohee bingung.
                “mwo? Kau tau insiden itu?” kataku kaget dan melirik ke arah sohee
                “tentu saja, dongdongppa yang cerita kepadaku” katanya enteng. Aish~ sunbae itu kenapa cerita ke sohee sih, aku kan jadi malu, gumamku dalam hati.
                “hmm kata dongdongppa dia meminta maaf dan sebagai permintaan maafnya dia memberikan ini untukmu” lalu sohee menyodorkan ku sebuah coklat.
                “sirheo~ buatmu saja, aku sudah memaafkannya”
                “tapii...”
                “annyeong haseyo hobae” eon yumin masuk kedalam kelas diikuti dengan DoSeJeo sunbae (singkat aja ya).
                “hmm hari ini kita akan latihan menyanyikan mars sekolah ini, teks yang dibagikan oleh donghyun sunbae dan jeongmin sunbae adalah liriknya” sambung hyunseong sunbae. Donghyun sunbae memberikan kertas itu padaku dan aku mengambilnya tanpa melihatnya, aku masih syok dengan kejadian kemarin dan aku terlalu malu menatap donghyun sunbae. Setelah semua dibagikan kami menyanyi bersama dipandu dengan eon yumin, suaranya lumayan bagus tapi ketika aku mendengar suara hyunseong sunbae yang ikut menyanyi dibelakang, aku merasa begitu tenang. Hmm suara yang bagus, umpatku dalam hati dan karna suaranya itu bertambahlah rasa sukaku padanya.

                “saya harap kalian sudah menghapal lirik ini untuk besok dinyanyikan pada upacara penutupan MOS besok, sekarang kalian boleh istirahat” kata donghyun sunbae. Sohee langsung menarik tanganku ke kantin, aku hanya pasrah saja dibawa kabur olehnya.

@kantin
                “kita boleh duduk sini gak?” kata donghyun sunbae tiba-tiba sudah ada disamping sohee.
                “ne~” kata sohee lembut. Donghyun sunbae dan jeongmin oppa duduk disebelah sohee, aku merasa agak risih karna harus berhadapan dengan dua namja ini. Aku mengalihkan pandanganku pada hyunseong sunbae yang sedang dikerubungi yeoja. “iss ngapain sih mereka itu ngerubungin hyunseong sunbae bikin cemburu aja” ups apa yang barusan kukatakan? Cemburu? Hah kau benar-benar sudah gila tahyun, mungkin ini efek akibat kejadian kemarin.

‘DEG
Mataku bertemu dengan mata hyunseong sunbae, oh no, aku langsung mengalihkan pandanganku ke depan dan mendapati donghyun sunbae menatap ke arahku, aku jadi salting “ng sohee-ya aku duluan ya kekelas” kata ku gugup lalu pergi meninggalkan sohee yang terbengong-bengong.

                “eh chamkkaman” tiba-tiba seorang namja menarik tanganku, aku menoleh ke arah suara dan ternyata itu hyunseong sunbae
‘DEG
                Jantungku berdegup kencang, aish~ apa dia akan menanyakan tentang kejadian tadi.
                “waeyo sunbae?” kataku pura-pura tenang
                “hmm aku hanya ingin bilang maafkanlah donghyun dan jeongmin, mereka memang terkadang tidak berlaku sopan” kata hyunseong sunbae sambil menatapku teduh.
                “sunbae sudah tau juga?” kataku agak lega tapi kaget.
                “tadi pagi mereka berdua baru menceritakannya padaku”
                “hmm aku hanya syok dan malu sunbae jadi aku menghindari mereka, aku sudah memaafkan mereka kok” kataku ceplas ceplos “sunbae tenang aja” tambahku sambil sedikit tertawa.
                 “oh, baguslah kalo begitu. baiklah aku pergi dulu, bye bye” lalu hyunseong sunbae pergi meninggalkanku yang masih deg-degan

                “eh tau gak, kelas 1-7 itu kan kelas paling belakang ya, tapi kenapa petinggi-petinggi osis disitu semua? Apa karna biar menghilangkan image keterbelakangan kelas itu? Sat set sot sut set sot sut ..... aku mendengar pembicaraan para yeoja yang lewat dihadapanku,  hmm 1-7 itukan kelasku, ada apa ya? Kenapa diistimewakan? Ah aku akan tanyakan pada jeongmin oppa, pikirku.
-----------------------------------------

                Bel masuk berbunyi dan para sunbae itu masuk kembali ke kelasku.
                “annyeong” sapa donghyun sunbae.
                “besok terakhir kami jaga dikelas ini karna MOS akan berakhir, nah kami punya tugas untuk kalian. Tugasnya kalian harus membuat surat sayang untuk  sunbae disini yang kalian idolakan, isinya boleh apa aja, dari pernyataan cinta, puisi,dan lainnya. Nanti yang menang akan dapat surat balasan dari sunbae idolanya, ara ?” kata jeongmin oppa.
                “yaaahhhh” kami sedih bukan karena tugas itu tapi karna harus berpisah dengan para sunbae ini, apa lagi aku yang sedih karna harus kehilangan hyunseong sunbae dan tidak bisa dekat dengannya lagi.
                “kalian akan tetap bisa dekat dengan kami, tenang saja jangan kecewa gitu” kata donghyun sunbae dengan angel smile nya.
                “baiklah sekarang acara bebas, hmm lebih tepatnya curhat-curhat gitu seputar sekolah ini dan para sunbae disini” kata hyunseong sunbae. Lalu teman yeoja ku langsung mengerubungi DoSeJeo sunbae dan para namja mengerubungi eon yumin. Aku, sohee, dan kwangmin yang tetap ditempat. Tapi sohee dan kwangmin asyik membicarakan pikachu. Aku tinggal sendiri dibangku, hmm aku langsung berpikir cepat, aku maju ke depan kelas menuju tempat jeongmin oppa berada dan bertanya tentang gossip itu.

                “sunbae, boleh aku tanya sesuatu?”
                “ne~ mau tanya apa?”
                “tadi saat dikoridor aku mendengar sekumpulan  yeoja yang bilang kalo kelas kita ini diisi petinggi-petinggi osis karna kelas kita terbelakang, jinjja?” semua yeoja yang ada disitu langsung menatapku penasaran.
                “andwae~ coba tanyakan pada hyunseong, bukan aku yang mengatur pembagian sunbae” kata jeongmin oppa sambil menunjuk hyunseong sunbae. Lalu aku ke tempat hyunseong sunbae dan menanyakan hal yang sama.
                “nan molla, tanyakan pada donghyun” katanya melirik donghyun sunbae. Aish aku paling tidak suka dioper-oper begini tapi baiklah. Aku ke donghyun sunbae lalu menanyakan hal yang sama lalu dia membisikkan sesuatu ditelingaku, para yeoja chinguku menatapku sinis.
                “itu karna ada kau dan sohee, aku dan jeongmin ingin menjaga kalian b2 dan hmm kau tau kan bahwa jeongmin dan yumin itu saling menyukai tapi mereka tidak mengakuinya nah ku masukkan saja nama yumin dan ku masukan juga nama hyunseong karna dia wakilku” kata donghyun sunbae ditelingaku. Tapi ntah kenapa aku masih tidak puas dengan jawaban itu, kusimpan pertanyaan iu di kepalaku dan aku akan tanyakan lagi nanti.
-------------------------------------------------------------------

                “kau masih marah pada oppa?” kata jeongmin oppa sambil duduk ditepi tempat tidurku.
                “andwae~” kataku singkat
                “gumawo, kau membuat surat untuk siapa?”
                “hyunseong sunbae” jawabku cuek
                “mwo? Kenapa bukan untuk oppa mu yang ganteng ini?” kata oppa sambil menunjuk dirinya.
                “andwae~ sudah sana pergi siapkan makan malam” kataku sambil mendorong oppa ku keluar kamar. “aish~ mengganggu saja”. Satu jam kemudian oppa menyuruhku kebawah untuk makan malam.
                “ne~” kataku setengah berteriak, aku melihat jam dinding dikamarku dan “mwo? Sudah mau jam 8? Ahh cepat-cepat aku tidak ingin ketinggalan film yang kusukai” aku langsung menuruni tangga dengan terburu-buru dan
#bruk brak brek brok aku terpeleset dan jatuh terguling-guling ditangga.
                “appo~” kataku sambil memegang lututku yang berdarah.
                “aduh kau ini, sudah tau itu tangga licin. Lihat lututmu berdarahkan? Sini oppa obati, kajja!” lalu oppa menggendong dan mendudukkanku di bangku.
                “aish~ appo~ pelan-pelan oppa” kataku meringis menahan sakit.
                “iya iya, makanya klo ditangga itu jangan buru-buru, sudah, kajja kita makan” lalu oppa mengelus rambutku pelan. Aku makan tidak dimeja makan (hanya kali ini saja). Aku makan di depan tv sambil menonton film kesukaanku “pengagum rahasia” ini episode terakhir jadi aku harus menontonnya.
                “heh film itu lagi, doyan sekali sih kau dengan film macam gitu”
                “hmm biar saja. Yaahh udahan deh, yahh huhu padahal maunya lanjut terus ... ah enak banget jadi heechul bisa diterima suzy idolanya selama bertahun-tahun dia jadi pengagum rahasianya, ckck daebak daebak” *prok prok prok* aku bertepuk tangan ria.
                “sudah malam, tidurlah kajja!” kata jeongmin oppa sambil megelus rambutku.
                “hmm gendong ya ya? Kan lututku masih atiit” kataku manja.
                “heh dasar” lalu oppa menggendong sampe kekamar. Hoho lumayan buat nyimpen tenaga. Oppa mengendongku sampai kamar, hehe udah lama gak digendong oppa kaya gini. *dirajam readers*
                “yah sudah sampai, sekarang tidurlah, ppali!” kata oppa sambil mengelus kepalaku.
                “oppa boleh aku tanya sesuatu?” tiba2 saja pertanyaan tadi siang melayang-layang dikepalaku.
                “ne~”
                “mengapa oppa dan sunbae lain yang mempunyai jabatan tinggi di osis berkumpul dikelasku? Apa karna kelasku yang terbelakang?”
                “hmm nanti kau akan tau sendiri, sudah ppali!! Tidurlah” kata oppa lalu menyelimutiku. Lalu aku cepat memejamkan mataku.
Tahyun POV end

Jeongmin POV
                “oppa boleh aku tanya sesuatu?”
                “ne~”
                “mengapa oppa dan sunbae lain yang mempunyai jabatan tinggi di osis berkumpul dikelasku? Apa karna kelasku yang terbelakang?” ah pertanyaan itu lagi, sudah kuduga, hmm rasa penasan anak ini terlalu besar.
                 “hmm nanti kau akan tau sendiri, sudah ppali!! Tidurlah” kataku mengalihkan pembicaraan. Lalu aku meyelimutinya dan kulihat dia sudah memejamkan matanya. #cup aku mencium kening tahyun dan mematikan lampu kamarnya. Aku pun segera menuju kamarku dan beristirahat.
Jeongmin POV end
------------------------------------------------

Hyunseong POV    
                 “baiklah sekarang kumpulkan suratnya kepada sunbae yang kalian idolakan” perintahku kepada para hobae.
                   “ne~ sunbae”
#bruk tahyun jatuh tepat didepanku ketika ingin memberikan suratnya padaku. “gwenchanayo?” kataku sambil membantunya bangun.
                   “ne sunbae, gwenchana” katanya sambil memegangi lututnya.
                    “hei ini tidak baik, look! Lututmu berdarah” kataku sambil menunjuk lututnya tahyun.
                   “hmm ini memang dari semalem sunbae”
                   “mwo? Dari semalam? Kau jatuh juga semalam?” kataku kagat.
                  “hehehe iya sunbae, semalem jatuh dari tangga” kata tahyun sambil cengengesan
                  “ckck kau ini, kajja kita ke UKS” lalu aku menggendongnya menuju ke UKS.
                 “eh eh tidak usah digendong gitu sunbae” katanya berusaha turun tapi aku tetap menggendngnya.

@UKS
                “appo~ pelan-pelan sunbae” kata tahyun menahan sakit
                “eh mianhae~ dah selesai. Bisa berjalan?”
                “ne~” lalu tahyun berdiri dan coba berjalan tapi baru beberapa langkah #bruk dia jatuh dan menimpaku. Sesaat kami diam terpakau, mataku dan mata tahyun bertemu  dan aku merasa jantungku berdetak begitu cepat ‘dag dug dag dug’ ah perasaan apa ini?
                “ah apa yang kalian lakukan?” teriak seorang namja dan itu donghyun. Aish~ pasti dia berpikir yang ngga-ngga. Lalu donghyun membantu tahyun berdiri. Tatapannya tajam kearahku, ada kecemburuan disana.
                “tahyun gwenchanayo?” kata donghyun manis kepadanya.
                “ani sunbae, gwenchana. Hmm saya kekelas dulu, mianhae hyunseong sunbae, saya tidak sengaja” katanya sambil membungkuk dan berjalan tergopoh-gopoh keluar dari UKS.

                “kau curang hyun” kata donghyun tiba-tiba memecah keheningan
                “curang apa? Tadi tahyun terpeleset dan jatuh menimpaku, itu hanya kecelakaan” kataku membela
                “tapi sepertinya kau senang dengan kejadian tadi” kata donghyun sambil melengos, hm aku tau dia pasti sangat cemburu sekarang.
                “mianhae ketua, aku sungguh-sungguh tidak sengaja. Itu hanya kecelakaan. Tahyun tetap milikmu” kataku pasrah.
                “ne~ kali ini kau ku maafkan. Jangan diulangi lagi, kau tau kan aku sangat menyukainya?”
Hyunseong POV end

Tahyun POV
                “ne~ kali ini kau ku maafkan. Jangan diulangi lagi, kau tau kan aku sangat menyukainya?”

‘DEG
Aku kaget mendengar kata-kata itu, jadi donghyun sunbae menyukaiku? Aish~ aku tau sekarang mengapa para petinggi itu berkumpul dikelasku. Aish~ aku tidak menyukai donghyun sunbae, aku menyukai hyunseong sunbae, ah lebih baik aku kembali kekelas
-------------------------------------------

                “wey tahyun-ssi, waeyo? Apa kau sakit?” kata sohee sambil memegang keningku.
                “ani, gwenchana. Aku hanya sedikit pusing” kataku sambil memegangi kepalaku yang tidak sakit.
                “kau istirahatlah di ruang UKS” kata kwangmin perhatian.
                “sirheo~” kataku menggeleng. Lalu aku melihat surat bersampul hijau di sakuku, hmm ini surat sayang yang ingin aku berikan pada hyunseong sunbae. “Hmm tidak usah aku berikan, semuanya sudah terungkap” gumamku.

                “chagi, a a .. suapinin aku dong” kata kwangmin manja pada sohee. Mwo? Chagi?
                “ige” #hup sohee dan kwangmin suap-suapan. Apa mereka sudah jadian?
                “wey sohee-ssi. Kalian mesra sekali, tidak usah seperti itu, kalian ini hanya teman biasa tidak perlu mesra seperti itu” kataku dengan mulit monyong.
                “loh kamu belum memberitahukannya chagi?” kata kwangmin sambil bengong pada sohee.
                “oiya, aku lupa. Hmm aku dan kwangmin sudah jadian tahyun, aku resmi menjadi yeojachingunya kemarin, hehehe” kata sohee sambil melirik kearah kwangmin.
                “mwo? Ceritakan padaku, ppali!!” kataku pada sohee sambil menarik tangannya.
                “ntar aja dikelas, malu ada kwangkwang, hehe” kata sohee malu-malu
                “kenapa malu? Toh kita sudah resmi” kata kwangmin sambil merangkul bahu sohee mesra. O.o jadi buat ku ngiri niihh.
                “andwae~ sudah dikelas saja, ya ya?”
                “andwae~ sekarang saja” lalu mereka malah bercanda dan sepertinya tidak merasa aku disana, huft yasudahlah. Aku mengalihkan pandanganku ke tempat lain, lalu aku melihat donghyun sunbae sedang memerhatikan seseorang tapi matanya tertuju padakku O.o aku langsung melengos saja. Aku malas membalas tatapannya itu.
                “sohee-ssi, kwangmin- ah aku balik duluan ya ke kelas” kataku pada mereka lalu aku kembali ke kelas.

@kelas
                “hei tadi kenapa kau buru-buru ke kelas?” kata sohee sambil menyenggol bahuku
                “ani, aku merasa agak risih disana” aku melirik ke hyunseong sunbae, dia asyik dengen surat-surat penggemarnya. Aku kembali menatap suratku yang ada di sakuku. “aish~ sudahlah tidak usah diberikan” kataku lirih. Hmm aku melihat kearah sohee dia selalu senyam-senyum sendiri sejak pacaran dengan kwangmin dan terlihat lebih ceria akhir-akhir ini. Huft apa aku bilang saja ya pada sohee?? Ah aku coba saja, siapa tau aja dia bisa memberiku solusi.
“So .. sohee .. ba..bagg ..bagaimana caranya mendapatkan cinta seorang namja” kataku gugup.
                “mwo? Cinta? Namja? Kau sedang suka pada siapa?” kata sohee sambil membesarkan matanya.
                “kenapa kau begitu kaget? Aku ini kan yeoja normal, tentu aja akan jatuh cinta. Apa nggga boleh?” kataku juga dengan mata melotot.
                “aniyo~ tentu saja boleh. Memang siapa namja yang kau incar?” kata sohee penasaran. Hmm aku harus bilang sekarang. “hmm namja itu.. yang ada didepan kelas” kataku sambil menunduk malu.
                “mwo? Kau suka dengan oppa ku?” kata sohee kaget.
                “aish~ andwae~ itu hyunseong sunbae”
                “owh, hmm untuk mendekati seorang namja pemalu seperti hyunseong sunbae susah. Hmm kau cari tau saja kesukaannya dan sering berikan hal yang dia sukai atau kau perhatianlah padanya” wah sepertinya sohee sudah berpengalaman dalam hal ini. Pantas saja kwangmin doyan dengannya.
                “tapi aku tidak berani memberikannya langsung daann alasan apa aku memberikan benda-benda itu padanya” kataku polos.
                “hahahaha kau ini babo sekali sih. Jadilah pengagum rahasianya seperti di film film, hahaha *evil lagh* jadi kau tidak usah beralasan apa-apa untuk memberikan itu semua padanya hahaha *evil laugh again*”
                “oiya, betul juga kau” katauk dengan muka babo. “oiya ceritakan padaku bagaimana kwangmin bisa jatuh cinta padamu dan menembakmu” kataku sambil menatap sohee.
                “okey, listen to me”

Flasback
Sohee POV
                “sohee malama ini ada acara?”
                “aniyo, waeyo kwangmin-ah?”
                “hmm.. bagaimana kalo malam ini kita nonton, ottoke?” wah senang sekali aku akan diajak nonton sama kwangmin. Waahh aku tidak bisa membayangkannya.
                “okey, kita mau nonton apa?” kataku bersemangat
                “hmm twilight. Ottoke?” mwo? Twilight, itu kan ada adegan kisseu kisseunya, ini kan adegan yang author suka #plak (ditabok author)
                “okey”
                “jam 7 aku akan menjemputmu. Aku pulang dulu ya, bye bye. Sampai jumpa nanti malam” kata kwangmin pada sambil melambaikan tangan padaku dan memberikan senyum terindahnya, O.o aku jadi mau nge-fly

@rumah sohee
                “annyeong sunbae, apa sohee ada?” kwangmin sudah datang aku bergegas ke pintu rumah.
                “ada keperluan apa kau dengan sohee?” kata donghyun oppa dengan tatapan menyelidik
                “aku dan kwangmin hanya ingin menontno pikachu oppa” kataku berbohong
                “jinjja kwangmin-ah?” kata oppa masih dengan tatapan menhyelidik
                “a..aa, ne~ sunbae” kata kwangmin gugup
                “ne~ kalian boleh pergi” huft akhirnya kami diijinkan juga
                “bye oppa, aku tidak akan pulang malam” #cup aku mencium pipi oppa lalu menarik kwangmin.
                “permisi sunbae” kata kwangmin. Lalu kami melesat menuju bioskop (readers: thor sejak kapan pikachu ada di bioskop? Author aneh-aneh aja >,

@bioskop
                Aku dan kwangmin segera masuk kedalam. Aku serius menonton setiap adegan film, tapi kwangmin tidak dia selalu memainkan hp nya dan curi-curi pandang kearahku.
                “kwangmin-ah kau tidak menonton? Kau kan yang mengajakku''
                “ani, aku gak suka film beginian” kata kwangmin sambil menggelengkan kepalanya.
                “loh lalu kenapa kau mengajakku menonton?” kataku kaget
                “aku hanya ingin #duar (bunyi bom)” aku kaget dan sontak aku memeluk kwangmin.
                “tenanglah sohee” kata kwangmin sambil mengelus-ngelus pundakku
                “ah, mianhae kwangmin-ah” kataku melepas pelukanku.
                “gwenchana” aku kembali menonton, banyak adegan kisseu kisseu di film itu, jujur aku sebenarnya tidak suka adegan begituan, aku melirik ke arah kwangmin dan ternyata dia sedang menatapku. Lalu tatapan kami bertemu, lama kelamaan kwangmin mendekatkan wajahnya padaku, tapi aku semakin menjauh. Kwangmin terus mendekatkan wajahnya dan “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” pemeran perempuan di dalam film itu berteriak sehingga mengagetkan aku dan kwangmin. Huft untung saja umpatku dalam hati. Selesai menonton film itu aku langsung mengajak kwangmin pulang karna jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.

@depan rumah sohee
                “hmm sohee maaf soal kejadian tadi, aku terbawa suasana” kata kwangmin sambil menggaruk kepalanya
                “gwenchana” kataku sambil tersenyum
                “hmm sohee-ya, sebenarnyaaa .. akuu ..” suara kwangmin putus-putus .. aku tidak mendengar begitu jelas “hhmmm ... sarangheyo sohee-ya” kata kwangmin sambil tertunduk. Mwo? Dia mengucapkan sarangheo?
                “hmm nado sarangheo kwangmin-ah” jawabku malu-malu
                “jadi .. kita pacaran?” kata kwangmin dengan muka polos.
                “tentu saja iya.. hehe” kataku tersipu malu. Lalu kwangmin mendekatkan wajahnya padaku akupun begitu. lama kelamaan wajah kami semakin dekat dan #cklek suara pintu terbuka, aku dan kwangmin langsung menjauhkan wajah kami.

                “wey sohee ayo masuk” kata donghyun oppa keluar dari rumah.
                “ne~ oppa” kataku lalu berlari memasuki rumah. tapi aku mengintip dari balik jendela.
                “nah kau pulanglah, ini sudah malam” kata donghyun oppa dingin
                “ne~ sunbae” kwangmin  menyalakan motornya. Donghyun sunbae masuk kerumah. Lalu aku keluar lagi dan #cup aku mencium pipi kwangmin. “selamat malam chagi. Bye bye” kataku ditelinganya lalu aku masuk kerumah.
Sohee POV end
Flash back end

                “owh.. cie cie yang udah punya namjachingu, sekelas lagi” kataku menggoda sohee
                “hehe .. sudah ah malu” katanya dengan muka memerah. Lalu sohee pergi ketempat duduk kwangmin. Hmm.. aku berpikir bagaimana caranya mengetahui hal-hal yang disukai hyunseong sunbae, andai saja ada seseorang yang dekat dengannya. ‘ting’ (ada lampu diatas kepala tahyun) jeongmin oppa, hoho aku tanya saja pada dia, hehe .. *evil laugh*
-------------------------------------

                “oppa boleh aku tanya sesuatu?”
                “ne~”
                “apa makanan favorit hyunseong sunbae?”
                “mwo? Kenapa kau menanyakan hal itu?” oppa kaget mendengar perkatanku dan mengalihkan perhatiannya dari masakannya.
                “hmm tanya saja, memang tidak boleh” kataku melengos, aku tidak mau oppa tau kalo aku ingin membuatkan makanan utk hyunseong sunbae.
                “cih, kau sedang merahasiakan sesuatu kan?? Kau ingin membuatkan makanan utk hyunseong kan?” wah kok oppa tau siihh, ih jin mana yang ngasih tau dia. “dia suka semua makanan, dia itu walau pemalu tapi rakus pada makanan, lihat saja badannya yang besar itu” tambah jeongmin oppa.
                “ish kok oppa gitu sih? Menghina temennya sendiri” kataku membela hyunseong sunbae.
                “yaudah kalo gak percaya, tanya aja sama donghyun or yumin. Mereka pasti akan bilang hal yang sama”
                “yaudah deh, gomawo oppa~” lalu aku kembali kekamar, hmm aku buatkan itu saja ah.
Tahyun POV end

----------------------------------------------------------------------------

Hyunseong POV
                Aku datang lebih pagi hari ini karna kedapatan piket pagi. Aku menuju kemejaku dan menemukan sebuah kotak bekal diatas mejaku.
                “punya siapa ini? Apa ada yang salah menaruhnya?”
‘kruukk kruuukkk’ perutku berbunyi aish~ aku baru sadar kalo aku tidak sempat sarapan. Kubuka kotak bekal itu dan ternyata isinya sandwich “waa kebetulan sekali” lalu aku melihat ada surat dibawah kotak bekal itu

                Anyyeong Hyunseong sunbae^^,
                Semoga sunbae suka dengan sandwich ini. Ini sandwich buatan ku looh.
                                                                                                Pengagum rahasiamu,
                                                                                                                ~LH~

 LH? Siapa dia? Hm ini pasti inisial nama yang membuat sandwich ini. Lalu aku mengambil kertas dan bolpoint dari tasku dan membalas surat itu. Sandwich itu kumakan dan emm nyam nyam rasanya enak sekali. Aku menghabiskannya dalam sekejap lalu aku piket.
Hyunseong POV end

Someone POV
                Wah senang sekali sandwich ku dimakan oleh hyunseong sunbae, dia juga membalas suratku. Ah mumpung sepi aku ambil saja deh suratnya. Lalu aku masuk dan mengambil surat balasan itu dan segera berlari ke kelasku.
Someone POV end

                Tahyun membaca sutar balasan hyunseong
                Anyyeong LH^^
                Gomawo atas sandwichnya, sandwich nya enak sekali.
                Tapi siapakah dirimu? Mengapa kau mau menjadi pengangum rahasiamu?
                Ayolah tunjukkan dirimu. Sekali lagi terimakasih atas sandwichnya.
                                                                                                                Idolamu,
                                                                                                                ^hyunseong^

                Tahyun mendekap erat surat itu, “hmm aku akan membuatkannya lagi besok dengan menu yang berbeda” gumam tahyun.
-----------------------------------------------------

                “ottoke? Apa dia menyukainya?
                “ne~ lihat dia membalas suratku” kata tahyun sambil menunjukkan surat balasan hyunseong pada sohee.
                “waahh good, lanjutkan pengagum rahasia, hehe”
                “okey”

@ruang osis
                “wey jeongmin, kau tau hyunseong tadi pagi mendapat sandwich dari pengagum rahasia, haha beruntung sekali dirinya ini, pagi-pagi sudah disambut oleh sandwich” kata donghyun sambil menyenggol bahu jeongmin.
                “ah itu baru sandwich, belum apa-apa. Tapi yeoja apa namja yang ngasih?” kata jeongmin sambil menatap ke hyunseong
                “nan molla, kalo diliat dari tulisannya itu yeoja deh”
                “lagian hyunseong masih normal kali, gak kaya lo jeong” kata yumin ketus
                “loh emang gue gak normal?” kata jeongmin bego
                “iya, buktinya lo ngaca mulu dan sampe sekarang masih jomblo, hahhaha *evil laugh*”
                “gue kan mau tampil cool, emang gak boleh” kata jeongmin masih dengan tampang begonya.
                “boleh aja, tapi gak mesti lebih dari 7x lo didepan kaca” kata yumin sewot.
                “yeh, terserah gue dong” kata jeongmin ketus. “lagian lo juga bukan yeoja normal, sampe sekarang gak ada tuh namja yang deket sama lo hahaha *evil lugh*” lalu yumin menatap tajam ke arah jeongmin, jeongmin balas menatapnya.
                “aduh aduh, siap siap deh perang dunia ke 1000 diruangan ini, gue gak ikutan ah, gue kabur ..” kata donghyun lalu pergi keluar.
                “eh ketua gue ngikut” kata hyunseong sambil mengikutinya. “ish ini orang ngeselin banget sih, bisa gak sih lo bersikap lembut ke gue, gue ini kan yeoja, gan ada bedanya sama yeoja lainlagian gue jaga hati ini dari nemja lain karna hati gue buat lo jungjung”  umpat yumin dalam hati. “ish ini yeoja apa bukan sih? Kok yeoja gak ada lembut-lembutnye sama sekali beda bnaget sama fans-fans gue.lagian gue ngaca mulu kan karna biar kelihatan coll didepan lo minmin” umpat jeongmin dalam hati.

                “annyeong, mianhae mengganggu, oppa ayo kita pulang” tiba-tiba tahyun datang dan membuyarkan lamunan jeongmin dan yumin.
                “kajja! Kita tinggalkan saja yeoja gila ini!” kata jeongmin lalu menarik tangan tahyun keluar.
                “eh bicara apa kau? Dasar namja gilaaa!!” teriak yumin dari dalam ruangan.
-----------------------------------------------------

                “oppa kau kan menyukai eon yumin, kenapa selalu bertengkar dengannya?” kata tahyun polos
                “suka? Darimana kau tau kalo aku menyukainya?” kata jeongmin kaget.
                “aku ini yeoja oppa, aku bisa melihat mata seorang namja yang sedang menatap orang yang disukainya” *belibet bahasanya*
                “oh, eh kau ya yang memberikan sandwich pada hyunseong?”
                “ani” kata tahyun sambil geleng-geleng.
                “sudah jujur saja pada oppa, kotak bekal yang ada pada hyunseong itu kan oppa kenal” kata jeongmin santai
                “ne~ oppa, tapi oppa jangan bilang-bilang yaa” kata tahyun takut-takut.
                “tentu saja tidak.
----------------------------------

                Setiap hari tahyun selalu memberikan hyunseong berbagai macam benda, ntah itu makanan,  baju, puisi, surat cinta, dll. awalnya hyunseong merasa cuek tapi lama kelamaan dia jadi penasaran siapa kah yang meberikan barang-barang ini padanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya?? Apakah penyamaran tahyun sebagai pengagum rahasia hyunseong akan terbongkar? Tunggu di chapter selanjutnya yaa .. ~ppyong. Jangan lupa comment + jempolnya ..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar